Apresiasi Kemdikbud pada 10 Keluarga Hebat

Berita 0

oleh: Yanuar Jatnika

“Saya tak bisa menjawab saat anak saya punya keinginan masuk ITB (Institut Teknologi Bandung-Red). Kenapa tak bisa menjawab? Ya,, tahulah, penghasilan sebagai tukang becak nggak sesuai dengan keinginan anak itu. Tapi karena anaknya punya cita-cita tinggi, ya..saya sebagai orangtua bagaimanapun caranya harus mendukungnya. Alhamdulillah… Sebagai orangtua hanya bisa berdoa, minta sama Allah SWT, anak saya itu akhirnya lulus S1 dan kini sedang menempuh S2, juga di ITB.”

Kata-kata dengan nada polos itu diucapkan Sawiri (66), seorang tukang becak di Kota Cilegon, Banten, di depan ratusan undangan acara Apresiasi Pendidikan Keluarga 2018, di Plasa Insan Berprestasi, Komplek Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis, 25 Oktober 2018.

Sawiri dan istrinya, Surah, didapuk memberikan testimoni tentang pola asuh yang dia terapkan sehingga putri bungsunya, Herayati, berhasil lulus dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB dengan IPK 4.00 dan kini sedang menempuh S2 di kampus yang sama.

Pasangan Sawiri dan Surah merupakan salah satu dari 10 keluarga yang memperoleh apresiasi sebagai Orangtua Hebat dalam kegiatan yang digagas dan dikelola Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sepuluh keluarga yang memperoleh apresiasi itu berasal dari berbagai propinsi. Antara lain keluarga Supriaman-Deski dari Aceh sampai Lahadalia (Alm)-Hajah Nurjani dari Fak-Fak Papua Barat, Teguh Tuparman-Retnanik dari Yogyakarta, dan lain-lain.

Terhadap sukses yang diraih 10 keluarga hebat itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, mengatakan, hal itu membuktikan, bahwa prestasi anak di sekolah dan memiliki karakter baik itu tak lepas dari dukungan keluarga, dalama hal ini orangtua di rumah. ”Terutama ibunya, sebab bapaknya itu lebih banyak di luar rumah walaupun juga harus ikut aktif mendidik anaknya,” katanya.

Menurut Muhadjir, pemberian penghargaan terhadap keluarga hebat itu bertujuan menularkan pada keluarga-keluarga lain di seluruh Indonesia bahwa pola asuh yang sebaik-baiknya di lakukan orang tua mampu mengantarkan anak-anak menggapai cita-citanya. ”Namun, pola asuh seperti apa yang diterapkan, itu tentu tidak sama, setiap orangtua punya cara sendiri dalam menerapkan pola asuh,” tambahnya.

Apresiasi Sekolah Sahabat Keluarga

Dalam kegiatan itu juga diberikan apresiasi Sekolah Sahabat Keluarga, yakni penghargaan terhadap sekolah yang telah menerapkan kerjasama yang sinergis dengan orangtua siswa. Sebanyak 21 sekolah dari semua jenjang pendidikan, mulai PAUD sampai SMA/SMK, dan pendidikan nonformal memperoleh apresiasi tersebut.

”Keluarga merupakan salah satu pilar dalam tri sentra pendidikan, bersama sekolah dan masyarakat yang berperan penting dalam membentuk generasi emas yang berkarakter dan berbudaya prestasi di masa yang akan datang.” Demikian dikatakan Dirjen PAUD dan Dikmas Harris Iskandar, dalam sambutannya.

Untuk itu, tambah Harris, Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga telah menyediakan layanan pendidikan keluarga di 237.332 satuan pendidikan atau mencapai 55% dari 429.768 jumlah satuan pendidikan di Indonesia. ”Kita ingin agar satuan pendidikan dan orangtua peserta didik bersinergi dalam mendidik putra-putrinya, baik dari sisi akademik maupun karakter,” harapnya.

Harris menegaskan, untuk mencerdaskan bangsa tidak cukup hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta didik. Namun, hal terpenting justru menjadikan mereka memiliki sikap atau karakter yang baik, sesuai nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa.

”Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orangtua di sekolah memiliki pengaruh yang positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk prestasi akademik dan non-akademik,” katanya.

Penghargaan juga diberikan pada para pemenang lomba jurnalistik dan blog dengan materi pendidikan keluarga, serta terhadap para siswa SD sampai SMA yang berhasil menciptakan film pendek.

Tags:

Related Posts

Leave a Reply