Guru Komponen Utama Pendidikan

Artikel 2
Berbicara tentang pendidik, mengingatkan saya pada masa kecil, dimana ketika ditanya “apa cita-cita kamu??” serempak menjawab bersama teman-teman “Guru….” walaupun tidak tahu seperti apa guru atau pendidik yang sebenarnya. Namun, sebelum membahas tentang seperti apakah pendidik itu, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu arti dari pendidikan. Pendidikan merupakan sebuah sistem yang memuat beberapa komponen, yaitu: tujuan, peserta didik, pendidik, alat pendidikan, dan lingkungan. Dari beberapa komponen tersebut, pendidiklah yang menjadi komponen utama dalam sebuah pendidikan. Bahkan Menurut Wina Sanjaya (2015: 3), Guru merupakan ujung tombak yang secara langsung berhubungan dengan siswa sebagai objek dan subjek belajar. Oleh karena itu, berkualitas dan tidaknya proses pembelajaran sangat tergantung pada kemampuan dan perilaku guru dalam pengelolaan pembelajaran. Dengan kata lain, guru merupakan faktor penting yang dapat menentukan kualitas pembelajaran.

Guru yang baik harus mempunyai beberapa kompetensi, hal ini berdasarkan UU No.16 Tahun 2006 Tentang Guru dan Dosen pasal 10 bahwa kompetensi guru itu mencakup kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Kemampuan seorang guru dalam pengelolaan belajar atau yang disebut dengan kompetensi pedagogis, menuntut seorang guru untuk mampu mengelola pembelajaran dengan baik, baik itu dalam memanfaatkan sumber belajarnya, bahan ajar, alat pendidikan, dan lingkungan, agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Jika salah satu komponen tersebut tidak ada atau tidak difungsikan sebagaimana mestinya tentulah pendidikan pun tidak akan berfungsi dengan baik.

Guru profesional pun harus mengetahui dan menjalankan tugasnya, bukan hanya sekedar mempunyai kompetensi tetapi harus menjalankan tugasnya, sebagaimana yang tercantum dalam UU No.14 Tahun 2006 Tentang Guru dan Dosen, Bab I Pasal 1 menjelaskan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik.

Selain itu seorang guru harus menjadi contoh yang baik dan bisa memberikan pengaruh positif untuk peserta didiknya, sebagai realisasi dari kompetensi kepribadian. Kenapa Guru harus menjadi contoh yang baik? Karena Guru itu di gugu dan ditiru, bahkan dalam sebuah peribahasa, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, ini artinya apabila guru mencontohkan yang tidak baik, maka seorang peserta didik akan lebih berprilaku yang sangat amat tidak baik melebihi apa yang dilakukan oleh gurunya.

Referensi:
Wina Sanjaya. Penelitian Tindakan Kelas.

Neni Rohaeni

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Neni Rohaeni, terlahir di daerah Subang, Kabupaten Kuningan, 23 Januari 1995. Status ‎keluarga sebagai anak ke- 2 dari 2 bersaudara. Menyelesaikan sekolah menengah di PKBM ‎Al-Ihsaan Kadugede Kuningan, setelah mengenyam pendidikan selama 1 tahun di SMAN 1 ‎Subang Kuningan. Dalam kehidupannya, ia sangat termotivasi dari kehidupan orang tua, yang ‎menjadikan kekurangan sebagai kekuatan untuk menata kehidupan agar penuh dengan ‎keberkahan. Hidup tak perlu mewah, lebih baik cukup, cukup untuk makan, cukup untuk ‎minum, dan cukup untuk kebutuhan lainnya.‎ ~~~* Menjadi seorang pelukis adalah cita-citanya, sejak kecil ia sangat gemar menggambar mulai ‎dari menumpahkan krayon di buku gambar sampai cat di tembok. Keinginannya pun semakin ‎menjadi-jadi setelah adanya apresiasi dari pihak sekolah SMPN 1 Cilebak untuk mengisi ‎mading sekolah dengan gambar hasil karyanya.‎ ~~~* Namun, sebagai seorang yang dididik oleh orang tua untuk tidak berdiam dalam suatu ‎keadaan, ia mencoba melakukan hal positif yang belum pernah dilakukan selama ini, salah ‎satunya ialah menulis. Hal ini dilakukan bukan karena mampu tapi karena mau, baginya ‎kuatnya kemauan akan mengalahkan ketidakmampuan.

Related Posts

2 Responses

  1. author

    Wawan SetiawanJanuary 19, 2017 at 11:22Reply

    Bagus,,,dan yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yg baik.

  2. author

    Jajang NurjamanJanuary 19, 2017 at 13:33Reply

    Dalam bab 1 pasal 1 tentang guru dan dosen.. Menjelaskan guru adalah pendidik profesional.. Tapi sepengatuhan saya dan yang saya dapat dari dosen Wawan ridwan.. Tidak semua guru itu profesional dan guru profesional itu ada kriteria kriteria tertentunya.. Jadi gimana menurut pemblogger ini.. Apakah akan tetep memilih pasal??

Leave a Reply