Harta Karun di Bumi Perkemahan

Opini 0

Pendidikan karakter adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga. Gerakan pendidikan karakter perlu dukungan dan keterlibatan publik dan kerjasama antarsekolah serta keluarga. Salah satu nawacita Presiden Republik Indonesia Joko Widodo adalah memperkuat pendidikan karakter bangsa.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) masuk dalam Sistem Pendidikan Nasional. Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter diharapkan dapat menumbuhkan semangat belajar dan membuat peserta didik merasa senang selama berada di sekolah. Ini sesuai dengan moto gerakan Penguatan Pendidikan Karakter yaitu senang belajar di rumah kedua.

Nilai-nilai utama PPK adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, integritas. Perubahan yang diharapkan yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak lebih baik. Salah satu kegiatan yang dapat merealisasikan nilai-nilai dan perubahan cara tersebut ialah kegiatan kepramukaan.

Bulan Agustus, selain momentum kemerdekaan RI, dimanfaatkan juga untuk mengadakan kegiatan kepramukaan. Akhir agustus lalu, tepatnya 29 Agustus – 2 Septerber 2018, Kwarran Tambakdahan mengadakan perkemahan di Bumi Perkemahan Bojonegara Kec. Tambakdahan Kab. Subang. Kegiatan ini diikuti seluruh SD di seluruh Kecamatan Tambakdahan.

Perkemahan diyakini dapat meningkatkan nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter. Pramuka merupakan produk All in One. Kegiatan yang dilakukan menyangkut seluruh perkembangan dan penguatan karakter peserta didik. Sama halnya dengan Sekolah Alam, kegiatan pramuka lebih menekankan pengalaman daripada pengetahuan. Pengalaman yang didapatkan bisa menjadi pengatahuan yang siap dipertanggungjawabkan.

Perkemahan merupakan wahana menuju kesempurnaan kepribadian yang unggul. Disamping meraup pengalaman, kegiatan pramuka juga dapat melipatgandakan kepribadian yang positif. Nilai-nilai Penguatan Pendidikan Karakter tersebut terdapat pada kegiatan kepramukaan berikut ini:

1. Religius
Trisatya merupakan sebuah janji yang diikrarkan oleh anggota pramuka. Janji tersebut berbunyi sebagai berikut:
Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan perintah Tuhan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila. Menolong sesama hidup dan ikut membangun masyarakat, menepati Dasa Darma.

Dalam Trisatya terdapat konsep Islam yang biasa disebut Hablumminallah (hubungan dengan Allah/Tuhan) dan Hablumminnas (hubungan dengan manusia). Religiusitas tidak hanya kepasrahan manusia kepada Tuhannya, tetapi juga bagaimana hubungan dengan sesama manusia atau makhluk hidup lainnya harmonis.

Maka, “menjalankan perintah tuhan” adalah hubungan vertikal antara manusia dan Tuhan. Sedangkan “Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila. Menolong sesama hidup dan ikut membangun masyarakat” adalah hubungan horizontal antara manusia dengan manusia lainnya. Kemudian “menepati Dasa Darma” merupakan janji seorang anggota pramuka sebagai bentuk komitmen dan pernyataan sikapnya terhadap isi Trisatya tersebut.

Selain Trisatya, pada poin pertama Dasa Darma berbunyi “Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa”. Konsep religiusitas pramuka bukan hanya dalam teks. Dalam kegiatan berbalut petualangan sekali pun, pramuka tidak dibenarkan melanggar Trisatya dan Dasa Darma. Anggota pramuka harus tetap menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa, bagaimana pun situasi dan kondisinya.

2. Nasionalis
Setiap tenda dalam perkemahan memiliki masing-masing tiang bendera. Salah satu bendera yang dipasang pada tiang tersebut adalah Bendera Merah Putih kebanggaan Bangsa Indonesia. Mengibarkan bendera sebagai simbol segala kegiatan di mulai dan menurunan bedera sebagai simbol segala kegiatan berakhir. Jika zaman dulu pahlawan berperang demi menegakkan kemerdekaan Indonesia, maka zaman sekarang kita berperang dengan kebobrokan karakter dan menegakkan bendera sebagai simbol perlawanan degradasi moral.

3. Mandiri
Semanja-manjanya anak pramuka, mereka paling mandiri diantara temannya yang non-eskul. Artinya semanja apapun, jika siswa mengikuti kegiatan pramuka, sejatinya dia telah mempersempit ruang gerak sifat manjanya. Pramuka ditempa dan dibebani berbagai tanggung jawab, sehingga akan melahirkan pribadi yang berkarakter mandiri dan tangguh.

Kemandirian tidak bisa didapatkan secara instan. Prosesnya harus melewati berbagai halang rintang yang membentang. Berani melakukan apapun sendiri, jauh dari keluarga, bahkan bertahan hidup di hutan sekali pun.

4. Gotong Royong
Tidak ada pramuka yang hidup individual. Setiap keikutsertaan kepramukaan pasti beregu. Jadi sangat potensial sekali untuk hidup tolong menolong dan bergotong royong. Membangun tenda bersama-sama. Mengambil air untuk masak, makan, hingga mencari kayu untuk unggun pun bersama.

Gotong royong sangat jelas tertera pada Trisatya, yakni “menolong sesama hidup”, sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup individual. Sehingga sangat memerlukan bantuan orang lain. Gotong royong adalah langkah terbaik untuk mewujudkan kemudahan dan memupuk kebersamaan.

5. Integritas
Seorang pramuka dipupuk agar menjadi pribadi yang berintegritas. Pribadi yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan. Tak mengherankan jika pemimpin-pemimpin yang hebat adalah jebolan seorang pramuka. Mutu dan kualitas sangat dijaga dengan baik, sehingga timbullah kepercayaan orang lain padanya. Kejujuran modal utama untuk menjadi seorang yang berintegritas.

Perubahan yang diharapkan dalam pendidikan karakter kepramukaan adalah cara berpikir, sikap dan bertindak lebih baik. Kegiatan kepramukaan merupakan karantina berbasis petualangan yang menyenangkan. Seorang pramuka jelas diungkapkan harus suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Perubahan ini diharapkan bisa mengatasi kebuntuan pemecahan masalah di masyarakat.

Dalam kegiatan perkemahan banyak sekali ditemukan harta karun yang berharga. Lebih dari sekedar emas dan permata, harta karun yang tidak ternilai harganya. Menemukan jati diri, menguatkan karakter dan menjadi pribadi yang berjiwa Pancasilais. Seorang pramuka adalah milyader karakter, karena mampu menemukan harta karun di Bumi Perkemahan yang tidak semua orang bisa mendapatkannya.

Tags:
Rate this article!

Related Posts

Leave a Reply