Pertahankan Dolanan Tradisional, KKN Unnes Adakan Pelatihan Tari Kreasi

Berita 0

oleh: Dewi Oktaviani

Salah satu bentuk mata kuliah utama mahasiswa Unnes yang harus ditempuh ialah Kuliah Kerja Nyata (KKN). KKN merupakan suatu kegiatan intrakurikuler yang memadukan pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat).

KKN memberikan pengalaman belajar dan bekerja kepada mahasiswa dalam kegiatan pembangunan ilmu dan teknologi yang dilaksanakan di luar kampus baik perkotaan maupun pedesaan. Selain itu, KKN dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam menanggulangi masalah-masalah kesejahteraan masyarakat secara interdisipliner dan lintas sektoral.

KKN dilakukan dalam jangka waktu dan mekanisme tertentu, serta program-program disusun secara berkesinambungan dari tahun ke tahun dengan mengembangkan model-model yang difokusukan pada permasalahan-permasalahan yang menonjol di suatu daerah atau lokasi tertentu. Tema yang diangkat dalam KKN Unnes tahun ini ialah pemberdayaan keluarga.

Setelah dilakukannya observasi dan sosialisasi dengan warga sekitar, mahasiswa akhirnya menyusun berbagai program kerja sesuai kebutuhan di lokasi KKN. Dengan menekankan salah satu bidang sasaran untuk dijadikan sebagai kegiatan yang menjadi prioritas yang ditonjolkan, program dalam KKN Lokasi tahap II yang bertempat di Desa Deles Kecamatan Bawang Kabupaten Batang ini menekankan pada bidang pendidikan.

Pada tahun ini mahasiswa Unnes di Desa Deles Kecamatan Bawang Kabupaten Batang menyusun program kerja unggulan berupa pelatihan tari dolanan. Tari ini dikhususkan untuk anak-anak usia PAUD. Faktor yang mendasari adanya program kerja ini adalah keprihatinan dan kepedulian mahasiswa Unnes terhadap perilaku anak yang lebih gemar bermain gadget dibandingkan keluar rumah dan bermain dengan teman sebayanya.

Sikap inilah yang menyebabkan dolanan tradisional mulai pudar di kalangan anak-anak. Mengingat kondisi di Desa Deles yang hanya memiliki tiga Taman Kanak-Kanak, namun hanya satu TK yang mengajarkan tarian dengan lagu latar yang dirasa tidak sesuai dengan usia anak-anak, seperti contoh anak-anak diajarkan menari menggunakan lagu “syantik”, bukan gerakan tari yang diingat anak, melainkan lirik dari lagu latar yang mereka dengar.

Hal itu mendorong mahasiswa KKN Unnes untuk menyusun program kerja yang solutif. Tari Dolanan merupakan tarian kreasi yang menceritakan kegiatan sehari-hari anak yang sedang bermain permainan tradisional bersama. Tari ini dikenalkan kepada anak-anak TK khususnya TK Kartika Kencana.

Tarian Dolanan diajarkan kepada anak-anak TK sebanyak dua kali dalam satu minggu. Pada akhir program KKN, anak-anak menampilkan tarian tersebut dalam kegiatan perpisahan KKN bersama masyarakat Desa Deles. Ada lima anak yang diajarkan tarian ini, mereka adalah Izul, Wava, Putri, Fara, dan Khanza. Anak-anak sangat antusias ketika diajari tarian ini.

“Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN, karena tarian ini bisa jadi tambahan koleksi tarian kami di TK ini” ujar Ely, Kepala TK Kartika Kencana, saat ditemui sehari setelah acara perpisahan.

Pengajar utama tarian dolanan ini ialah mahasiswa dari jurusan PG-PAUD, Wahyu Dita. Sebelumnya, dirinya memang sudah memiliki pengalaman dalam hal menciptakan gerakan untuk tarian kreasi, sehingga sangat mudah bagi tim KKN Unnes di Desa Deles dalam menjalankan program kerja ini.

“Anak-anak itu sekarang lebih banyak main gadgetnya dibanding main engklek dan cublak-cublak suweng, dolanan tradisional saat ini sudah tergerus oleh zaman. Jadi untuk menghadirkannya kembali bisa diajarkan lewat tarian biar mereka (anak-anak) lebih senang dan tertarik” kata Dita, pencipta gerak tarian kreasi sekaligus koordinator mahasiswa KKN Unnes di Desa Deles.

Tags:

Related Posts

Leave a Reply