Kuliah untuk Kerja atau Kerja untuk Kuliah?

Opini 0

Setiap orang pasti mendambakan bisa duduk di bangku perkuliahan. Entah setelah lulus langsung lanjut atau pun berhenti sejenak kemudian melanjutkan kembali.

Banyak sekali tipe dan macam-macam kampus, dari yang biasa hingga yang luar biasa. Kelas lokal hingga kelas internasional. Tapi bukan ini yang akan penulis bahas. Tapi, orientasi seseorang kuliah itu untuk apa?

Datang ke kampus dengan wajah polos. Apa itu kampus dan perkuliahan? tidak tahu. Apalagi harus bergelut di dalamnya. Pagi, siang, sore, malam perang dingin dengan tugas yang tiada hentinya. Hingga pada suatu masa dinyatakan lulus.

Bahagia tak terhingga setelah menyandang gelar sarjana. Tapi, ini bukan akhir dari segalanya. Justru awal untuk mengamalkan ilmu.  Mengabdikan diri di tengah masyarakat sebagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ada dinamika dalam kehidupan masyarakat. Di mana tujuan kuliah sangat menentukan karier seseorang. Yah, meski pun tanpa data. Tapi, sedikit banyak rekan kuliah semasa kuliah dulu, menggambarkan jadi apa dan bagaimana kiprah mereka sekarang.

Orientasi rekan sejawat semasa kuliah dulu sangat bervariasi. Dari hanya sekedar ikut-ikutan kuliah saja, ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih layak hingga mengejar PNS.

Masalah sumber dana kuliah mereka dari mana pun berbeda-beda. Dana dari orang tua hingga harus memeras keringat sendiri demi bisa melanjutkan kuliah.

Di sinilah titik temu orientasi antara kuliah untuk kerja atau kerja untuk kuliah?

Penulis menyadari, banyak rekan kuliah yang masih menghamba kepada orang tuanya. Tak sedikit pula rekan yang lain mencari dana sendiri. Sekedar mencetak tugas makalah atau membayar SPP.

Penulis akui semasa kuliah program sarjana masih ditanggung orang tua. Tapi kini harus menanggung biaya sendiri dari hasil kerja keras siang dan malam.

Banyak rekan kuliah di kelas karyawan, mereka bekerja untuk bisa merasakan bangku perkuliahan. Waktu emas mereka korbankan, demi mendapat dana yang cukup membayar perkuliahan.

Jadi, ada orientasi berbeda antara individu dengan lainnya. Ada pula orientasi berbeda, sumber dana sebagai tolok ukurnya.

Mahasiswa reguler (red: belum bekerja) berorientasi kuliah untuk mendapatkan pekerjaan. Sedangkan mahasiswa karyawan (red: sudah bekerja)  berorientasi kuliah untuk menunjang pekerjaan dan dibiayai dari hasil kerjanya. Bisa dikatakan kerja untuk kuliah.

Tags:

Related Posts

Leave a Reply