Tips Cerdas Memilih Perguruan Tinggi Idaman

Informasi 0

Pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk kehidupan. Pendidikan harus diutamakan karena kemajuan suatu bangsa dapat diukur dari tingginya indeks pendidikan dan pembangunan manusianya. Perbaikan gizi pendidikan memang perlu usaha dan kerja keras, tetapi itu sebanding dengan apa yang akan kita peroleh untuk masa depan sebagai investasi dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat.

Bagi siswa yang baru lulus SMA se-derajat, mungkin kebingungan dalam menentukan apa, kemana dan bagaimana mereka harus bertindak setelah melepas seragam putih abu yang selama ini dikenakan. Tapi tidak usah khawatir, informasi mengenai hal tersebut akan saya kupas hingga Anda mendapatkan Program Studi dan Kampus idaman.

Berikut Tips Cerdas Memilih Perguruan Tinggi Idaman Versi CeteLogi:

1. Pilih Progran Studi sesuai dengan Minat

Sebelum Anda menentukan kemana harus menentukan Perguruan Tinggi, alangkah lebih baiknya jika Anda tentukan dulu Program Studi yang Anda minati, baru setelah itu jatuhkan pilihan pada Perguruan Tinggi yang mengadakan program perkuliahan sebagaimana minat Anda. Jangan sampai Anda blank apalagi hanya sekedar ikut-ikutan, lebih parah lagi hanya sekedar kuliah. Dalam menentukan Program Studi, ada hal yang perlu diperhatikan.

  • Pastikan Anda yakin memilih Program Studi tersebut;
  • Pilih Perguruan Tinggi yang menyelenggarakan Program Studi yang dimaksud;
  • Cek Data Akreditasi Program Studi
  • Cek Data Perguruan Tinggi

Mengapa harus mengecek akreditasi Program Studi dan Perguruan Tinggi? Karena belum tentu Program Studi atau Perguruan Tinggi yang Anda pilih telah terakreditasi atau belum diperpanjang oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Sepenting itukah?

Bukannya yang penting kuliah?

Ini kelemahan kita. Jangan membeli sesuatu jika kita tak paham spesifikasinya secara detail, maka harus pahami dahulu, bila perlu minta bimbingan orang yang mengerti. Begitupun memilih dan memutuskan untuk kuliah di Perguruan Tinggi. Kita menghindari masalah yang akan timbul karena banyak kampus yang ilegal.

Berdasarkan data tahun 2015, terdapat 243 Perguruan Tinggi yang dinonaktifkan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Baca datanya: 243 Perguruan Tinggi Nonaktif di Indonesia.

Data tersebut merupakan data tahun 2015, mungkin saat ini sudah ada Perguruan Tinggi yang sudah diaktifkan kembali, tetapi untuk menelusuri, alangkah lebih baiknya jika Anda survey ke lokasi atau mengeceknya di web DIkti.

2. Malu Bertanya Sesaat di Jalan

Saya yakin bagi Anda yang tidak memiliki keluarga berlatar belakang pendidikan yang baik, pasti tidak terlalu paham mengenai perkuliahan atau Perguruan Tinggi. Langkah terbaik untuk men-download pengetahuan tentang seluk-beluk Perguruan Tinggi adalah melalui orang yang pernah kuliah.

Tetapi jika ingin pengetahuan yang lebih fresh, Anda cari informasi pada teman atau saudara yang sekarang masih aktif sebagai mahasiswa. Mengapa? karena yang mereka katakan adalah apa yang mereka alami belum lama ini. Jadi validitas data yang Anda dapatkan bisa lebih mencerahkan dibanding orang yang sudah lama lulus.

Tetapi tidak ada salahnya jika Anda meminta masukan dan arahan mengenai Program Studi dan prospek lulusannya dalam perspektif orang tersebut. Ingat! jangan 100% kita melahap semua informasi yang diberikan, belum tentu pendirian kita dan orang tersebut sama. Adakalanya Program Studi A dianggap susah oleh orang lain, tetapi dianggap mudah bagi kita.

3. Cek Data Akreditasi Program Studi

Kini semua data dari berbagai institusi dan lembaga pemerintahan sudah terintegrasi, data yang kita butuhkan bisa diakses dengan mudah di website kementerian terkait. Anda bisa akses website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) untuk mendapatkan informasi yang akurat, cepat dan tepat.

Bagaimana cara mengecek Program Studi yang akan kita pilih? Apakah terakreditasi atau justru tidak ada dalam daftar?

Caranya:

Masuk ke PDDIKTI Pencarian Data Program Studi.

PDDIKTI Program Studi

Keterangan:

Perguruan Tinggi: isi dengan nama perguruan tinggi tujuan, tanpa singkatan (pastikan dalam pengetikan perlahan hingga nama perguruan tinggi muncul sebagaimana telah disarankan oleh Dikti), kemudian pilih.

Jenjang: S-1, S-2 atau S-3 (boleh dikosongkan)

Kata Kunci: Nama atau Kode Program Studi (boleh dikosongkan untuk menampilkan semua Prodi)

Pengaman: Masukan kode yang tertera.

Setelah muncul, maka akan terlihat data tentang Prodi tersebut, seperti nilai akreditasi, masa aktif akreditasi, jenjang, dan lain sebagainya.

4. Cek Data Perguruan Tinggi

Caranya:

Masuk ke PDDIKTI Data Perguruan Tinggi

PDDIKTI Data Perguruan Tinggi

Keterangan:

Pilih Provinsi: sesuaikan dengan Provinsi dimana letak perguruan berada.

Lingkup Koordinasi: isi dengan salah satu yang menaungi perguruan tinggi tersebut, untuk Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis), Anda bisa lihat pembagian wilayahnya di bawah ini:

Buka: Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis)

Setelah mengetahui Perguruan Tinggi berada di daerah mana, kemudian pilih.

Jenis Perguruan Tinggi: Pilih salah satu atau kosongkan/munculkan semua.

Status Perguruan Tinggi: Pilih salah satu atau kosongkan/munculkan semua.

Kata Kunci: Kode atau Nama Perguruan Tinggi.

Pengaman: Masukan kode yang tertera.

Jika Anda sudah menjadi mahasiswa aktif, maka otomatis akan tertera dalam Data Mahasiswa PDDIKTI, cari saja nama Anda. Jika belum, berarti masih dalam proses input.

5. Kunjungi Website Perguruan Tinggi

Ada berbagai cara mengetahui website Perguruan Tinggi idaman Anda. Caranya?

Cari di Website Dikti

atau

Cari di mesin pencarian

Bagaimana, mudah bukan?

Jika sahabat CeteLogi masih punya tips cerdas lainnya, boleh tambahkan dikolom komentar.

Tags:
author

Author: 

Prinsip yang selalu saya pegang, setiap orang mempunyai celah dan peluang untuk mengorbitkan dirinya sendiri, jika orbit yang kita telusuri jauh dari jati diri, maka mencari celah adalah jalan terbaik untuk mengorbitkan diri sendiri tanpa harus ikut orbit orang lain. Tak mesti menyaingi kecerdasan orang lain untuk bisa sejajar dengan orang-orang cerdas, cukup menjadikan kekurangan sebagai cerminan dan keunikan sebagai kelebihan yang tak dimiliki orang lain adalah sebuah kecerdasan yang tak semua orang punya.

Related Posts

Leave a Reply