Pancasila dan Pendidikan Toleransi

Opini 0

Presiden Joko Widodo menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 54 tahun ‎‎2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP). ‎Nampaknya pemerintah Indonesia tidak main-main dengan kehormatan pancasila ‎sebagai dasar negara. Rakyat Indonesia harus kembali ke jati diri sebagai bangsa ‎yang santun dan berjiwa gotong royong serta toleran. Apakah pancasila sudah ‎sekarat, sehingga pemerintah menanggapi masalah ini dengan serius? Tidak, ‎pancasila kita sakti ko. Hanya saja banyak orang yang ingin menguji coba ‎kesaktiannya saja. Memang masalah ini sangat serius, karena menyangkut dasar ‎negara.‎

Pancasila bukan produk imitasi, apalagi produk KW kemarin sore. Pancasila ‎adalah produk ijtihad para pendiri bangsa dengan pandangannya yang menembus ‎batas pemikiran orang-orang biasa. Jika pendiri bangsa ini menciptakan ideologi ‎bangsa, loh kenapa kita sebagai generasinya tidak bisa menghayati dan ‎mengamalkan nilai-nilai luhurnya? Negara ini didirikan dengan tongkat estafet ‎sesuai zamannya. Jika dulu pancasila dilahirkan di tanah air yang sama, kenapa ‎kita harus menciptakan ideologi baru di negara yang sama pula?‎

Betapa pancasila itu sangat manusiawi dan berbaik hati terhadap para ‎penghinanya. Orang yang menghina dan merendahkan ideologi negara, masih ‎berkeliaran dan menebarkan virus dengan sebebas-bebasnya, padahal mereka ‎‎‘numpang hidup’ di Indonesia. Bak ibarat anak indekos yang cuma numpang ‎tidur, tapi ingin bebas membuat peraturan sendiri. Ada yang lebih lucu lagi, ‎pondasi rumah itu lebih cocok memakai beton, lah ini pondasinya ingin diganti ‎dengan busa, tanpa melalui uji coba pula. Bagaimana bisa menjadi negara dengan ‎ideologi yang kuat kalau begitu?‎

Anggota Dewan Pengarah UKP PIP, Mahfud MD sebagaimana dilansir Kompas ‎‎(07/06), mengatakan semenjak reformasi, penghayatan dan pengamalan Pancasila ‎di Indonesia semakin berkurang. Sejak zaman reformasi, kesadaran pancasila dan ‎konstitusi sesuai dengan yang dikehendaki pendiri negara sudah mulai digrogoti. ‎Dibentuknya UKP PIP merupakan ikhtiar untuk menyadarkan masyarakat ‎Indonesia mengenai nilai-nilai Pancasila dan prinsip-prinsip negara lainnya. ‎Sehingga tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan ideologi negara, jika pun ada, akan segera diproses secara hukum.‎

Salah satu ajaran Pancasila adalah toleransi. Toleransi merupakan pelajaran yang dapat diajarkan kepada setiap orang. Baik ‎anak-anak maupun orang dewasa. Toleransi menghubungkan peserta didik dengan ‎berbagai agama dan keyakinan. Dimana mereka tidak diperkenankan menyalahkan ‎atau menghardik agama lain. Karena itu adalah hak setiap agama, hidup ‎berdampingan dan saling menghormati. Peran toleransi sangat besar, sehingga ‎perlu diajarkan kepada peserta didik.‎

Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan sebagaimana yang ‎dikutip Liputan6 mengungkapkan bahwa menurutnya Indonesia adalah negara ‎yang indah, memiliki nilai keberagaman, dan menjunjung toleransi. Ungkapan itu ‎dilontarkan saat ia melakukan kunjungan pertamanya ke Indonesia pertengahan ‎Januari 2017 lalu, tepatnya di Pondok Pesantren Assalam Sukoharjo, Jawa ‎Tengah.‎

Di Indonesia semua agama dihargai sama besarnya. Semua agama, dari yang kecil ‎hingga yang besar diakui hari rayanya. Berbeda dengan negara lain, masih ada ‎yang diskriminatif. Memang ada riak-riak konflik keagamaan, tetapi itu relatif ‎kecil dibanding dengan negara-negara lain.‎

Pancasila dan Toleransi merupakan ajaran yang harus kita amalkan sebagai warga ‎negara Indonesia. Di dalam konsep keduanya sudah jelas mengandung nilai-nilai ‎keagamaan yang dilebur ke dalam bahasa yang lebih plural, sehingga secara ‎selintas memang tidak mewakili salah satu agama apapun yang ada di Indonesia. ‎Akan tetapi, secara substansi, isi keduanya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai ‎luhur keagamaan dan ideologi negara.‎

Mencintai Pancasila adalah sebuah keharusan bagi warga negara Indonesia. ‎Karena itu merupakan falsafah negara yang perumusannya banyak mengorbankan ‎darah para pejuang dan pendiri bangsa ini. Menghianati Pancasila sama dengan ‎meludahi mayat para pejuang dan pendiri bangsa. Orang yang menghina Pancasila ‎tidak pantas hidup di negara ini. Pancasila adalah perwujudan ruh para pahlawan ‎yang telah gugur untuk mengawal dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan ‎Republik Indonesia.  ‎

Tags:
Rate this article!

Related Posts

Leave a Reply