Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa

Artikel 0

Pendidikan adalah gerbang meuju kemajuan. Ilmu pengetahuan adalah alat untuk menggapai masa depan. Tapi nilai bagus saja tidak cukup. Pendidikan yang berorientasi pada nilai akademis akan menghasilkan manusia pintar tanpa nurani. Beberapa tahun terakhir anak-anak Indonesia menunjukan prestasi luar biasa dan memenangkan berbagai penghargaan dibidang sains.

Tapi ironisnya prestasi itu muncul bersamaan dengan berbagai berita miring tentang anak sekolah, tawuran, kekerasan, dan penganiayaan. Berbagai masalah ini telah membuka kesadaran pendidikan karakter. Gerakan ini membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, sekolah dan orang tua. Sejumlah sekolah telah menerapkan pendidikan karakter dengan cara yang sangat kreatif dan tidak berbiaya mahal. Berikut beberapa contoh sekolah berkarakter yang telah dirangkum dari Kemdikbud, misalnya: TK Budi Mulia Dua Yogyakarta, TK Sekolah Alam Insan Mulia Surabaya, SD Al Hikmah Surabaya, SD Insan Teladan Bogor, SMP Labschool Jakarta, SMP Negeri 115 Jakarta, SMA Plus Muthahhari Bandung, SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, SMK Negeri 7 Semarang, dan SMK Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Jepara.

Mereka mengajarkan pendidikan nilai dan budi pekerti. Dengan cara ini peserta didik akan mempunyai bekal yang cukup untuk mengambil keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Pola pikir akan mendorong anak untuk menjadi manusia yang cerdas. Tak hanya mempunyai kemampuan mengingat, mereka juga akan mempunyai kemampuan analis dan bersikap kritis. Pola pikir akan membuat anak didik memiliki kemampuan memecahkan masalah secara mendiri.
  2. Olah hati akan mendorong dan mengajarkan anak untuk berani membela kebenaran, dan rela berkorban untuk kepentingan yang lebih besar. Olah hati akan membuat anak didik menjadi manusia yang santun, disiplin, jujur dan bertanggung jawab.
  3. Olah raga akan menghasilkan anak didik yang peduli kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan bertanggung jawab menjaga kebersihan dirinya dan lingkungan. Olah raga juga membentuk karakter anak yang mencintai kesehatan.
  4. Olah rasa dan karsa akan membentuk karakter anak didik belajar mencintai orang tua dan tanah air, menyayangi dan menghormati sesama dan mempunyai daya juang yang tinggi. Olah rasa dan karsa juga akan menghasilkan semangat patriotisme, cinta keindahan, menjaga etika, tegar dan mau bekerja keras, serta peduli dan kreatif.
Pendidikan merupakan titik tolak majunya suatu bangsa. Menciptakan manusia pintar itu penting, tapi sejarah mengajarkan kita banyak orang pintar tanpa nurani, dan justru membawa bencana dan peradaban. Di sini lah nilai penting pendidikan karakter, membangun generasi gemilang yang cerdas dan berbudi luhur.

Pembangunan watak (character building) sangat penting. Kita ingin membangun manusia Indonesia yang berakhlak, berbudi pekerti dan berperilaku baik. Bangsa kita ingin pula memiliki peradaban yang unggul dan mulia. Peradaban demikian dapat kita capai apabila masyarakat kita juga merupakan masyarakat yang baik (good society). Dan, masyarakat idaman seperti ini dapat kita wujudkan mana kala manusia-manusa Indonesia adalah manusia yang berakhlak dan berwatak baik, manusia yang bermoral dan beretika baik, serta manusia yang bertutut dan berperilaku baik pula.

Itulah sebabnya, harus kita garisbawahi pentingnya pendidikan dan pembangunan karakter bangsa dalam arti yang luas. Dalam arti luas, bangsa yang berkarakter unggul, di samping tercermin dari moral, etika dan budi pekerti yang baik, juga ditandai dengan semangat, tekad dan energi yang kuat, dengan pikiran positif dan sikap yang optimis, serta rasa persaudaraan, persatuan dan kebersamaan yang tinggi. Inilah totalitas dari karakter bangsa yang kuat dan unggul, yang pada kelanjutannya akan bisa meningkatkan kemandirian dan daya saing bangsa, menuju Indonesia yang maju, bermartabat dan sejahtera.

Tags:
author

Author: 

Prinsip yang selalu saya pegang, setiap orang mempunyai celah dan peluang untuk mengorbitkan dirinya sendiri, jika orbit yang kita telusuri jauh dari jati diri, maka mencari celah adalah jalan terbaik untuk mengorbitkan diri sendiri tanpa harus ikut orbit orang lain. Tak mesti menyaingi kecerdasan orang lain untuk bisa sejajar dengan orang-orang cerdas, cukup menjadikan kekurangan sebagai cerminan dan keunikan sebagai kelebihan yang tak dimiliki orang lain adalah sebuah kecerdasan yang tak semua orang punya.

Related Posts

Leave a Reply