Themes WordPress Premium

Pengembangan Kebudayaan dan Pendidikan Nasional

Artikel 0
Pendidikan nasional dikehendaki haruslah bersifat fungsional, yaitu berdungsi untuk kepentingan kelembagaan masyarakat menuju perkembangan kehidupan bangsa yang menyangkut pengembangan pribadi dan watak bangsa. Sebab keduanya ini merupakan kriteria dasar dalam upaya mewujudkan suatu sistem pendidikan nasional.

Secara esensial, pengembangan bangsa tersebut dapat dilihat dan dipahami melalui Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, sedangkan Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 merupakan pandangan hidup, kepribadian dan tujuan hidup nasional. Sementara itu, penjabaran secara konstitusionalnya dapat dilihat melalui UUD 1945 dalam rangka mewujudkan cita-cita nasional.

Semua itu hanya dapat diwujudkan secara konkret dengan usaha pembangunan nasional baik lahir maupun batin. Itulah semua yang menjadikan amanat bangsa Indonesia untuk mengembangkan bangsanya, terutama melalui pendidikan nasional yang kini dilaksanakan.

Hasbullah (2012) mengemukakan pentingnya sumber daya manusia dalam upaya pembangunan bangsa jika dibandingkan dengan sumber daya alam. Meskipun antara keduanya saling berkaitan dan tak terpisahkan. Dalam konteks ini pengembangan sumber daya manusia pada hakikatnya adalah proses kebudayaan.

Oleh karena itu, pembangunan manusia seutuhnya perlu diwujudkan dengan sebaik-baiknya sehingga diperlukan pendekatan-pendekatan yang baik. Untuk itu pendekatan yang dipakai dalam pendidikan nasional guna pengembangan kebudayaan adalah pendekatan kultural.

Pendekatan kultural yaitu usaha-usaha mengadakan perubahan-perubahan menuju kepada keadaan yang lebih baik dengan tetap menjaga keseimbangan baik dalam hidup manusia sebagai pribadi manusia dengan masyarakat sekitar, yang berhubungan dengan alam, dengan bangsa atau negara lain, dengan Tuhannya, untuk menjangkau kemajuan lahir maupun batin.

Pendidikan kultural ini harus memperhatikan perkembangan sejarah dan kemajuan bangsa, dengan memperhatikan ruang lingkup, baik secara nasional, kawasan maupun internasional.

Dengan demikian, apa yang menjadi rumusan di dalam Proklamasi, Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila dapat diwujudkan. Dalam hal ini kesimpulan yang dapat diperoleh bahwa pengembangan kebudayaan ini diartikan secara luas yaitu menyangkut membangun sumber daya manusia dalam mewujudkan cita-cita nasional serta ikut menghadapi segala hambatan, tantangan, rintangan dan gangguan yang ada dan yang mungkin ada melalui pendidikan nasional.

Tags:
author

Author: 

Prinsip yang selalu saya pegang, setiap orang mempunyai celah dan peluang untuk mengorbitkan dirinya sendiri, jika orbit yang kita telusuri jauh dari jati diri, maka mencari celah adalah jalan terbaik untuk mengorbitkan diri sendiri tanpa harus ikut orbit orang lain. Tak mesti menyaingi kecerdasan orang lain untuk bisa sejajar dengan orang-orang cerdas, cukup menjadikan kekurangan sebagai cerminan dan keunikan sebagai kelebihan yang tak dimiliki orang lain adalah sebuah kecerdasan yang tak semua orang punya.

Related Posts

Leave a Reply