Pengembangan Nilai-nilai Pendidikan Karakter

Artikel 0

Munculnya pendidikan karakter memberikan warna tersendiri terhadap dunia pendidikan khususnya ‎di Indonesia, meskipun dalam kenyataannya pendidikan karakter itu telah ada seiring dengan ‎lahirnya sistem pendidikan Islam karena pendidikan karakter itu merupakan ruh dari pada ‎pendidikan Islam itu sendiri. Pendidikan Islam merupakan sebuah sistem. Definisi tradisional ‎menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsur unsur yang saling berinteraksi ‎untuk mencapai suatu tujuan.‎

Adapun nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa yang diidentifikasi adalah sebagai berikut (Pupuh Fathurahman,  2013: 19-20).

  1. Religius, yakni sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
  2. Jujur, yakni perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.
  3. Toleransi, yakni sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya.
  4. Disiplin, yakni tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
  5. Kerja keras, yakni tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbegai ketentuan dan peraturan.
  6. Kreatif, yakni berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
  7. Mandiri, yakni sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
  8. Demokratis, yakni cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
  9. Rasa ingin tahu, yakni sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan di dengar.
  10. Semangat kebangsaan, yakni cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bamgsa lain negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  11. Cinta tanah air, yakni cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan bernegara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
  12. Menghargai prestasi, yakni sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  13. Bersahabat/ komunikatif, yakni sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilakn sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain.
  14. Cinta damai, yakni sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
  15. Gemar membaca, yakni kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
  16. Peduli lingkungan, yakni sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
  17. Peduli sosial, yakni sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
  18. Tanggung jawab, yakni sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya , yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Majid (dalam Heri Gunawan, 2012: 32) mengutip Indonesian Heritage Foundation yang merumuskan Sembilan karakter dasar yang menjadi tujuan pendidikan katakter, yaitu:

  1. Cinta kepada Allah dan semesta beserta isinya;
  2. Tanggung jawab, disiplin dan mandiri;
  3. Jujur;
  4. Hormat dan santun;
  5. Kasih sayang, peduli, dan kerjasama;
  6. Percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah;
  7. Keadilan dan kepemimpinan;
  8. Baik dan rendah hati; dan
  9. Toleransi, cinta damai dan persatuan.

Kemendiknas (dalam Heri Gunawan, 2012: 33) melansir bahwa kajian nilai-nilai agama, norma-norma sosial, peraturan/hukum, etika akademik, dan prinsip-prinsip HAM, telah teridentifikasi 80 butir nilai karakter yang dikelompokkan menjadi lima, yaitu:

  1. Nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa;
  2. Nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan diri sendiri;
  3. Nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan sesama manusia;
  4. Nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan; dan
  5. Nilai-nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan kebangsaan.
Tags:

Related Posts

Leave a Reply