Tokoh Pelopor Pendidikan di Indonesia

Tokoh 0

Sesungguhnya pendidikan yang kita laksanakan sekarang ini tidak terlepas dari usaha-usaha para tokoh pendidikan yang dahulu telah merintisnya dengan perjuangan yang sangat berat dan tidak mengenal lelah. Oleh karena itu, bila kita berbicara tentang pendidikan, maka kita harus menelaah sejarah pendidikan di Indonesia, bukan hanya menikmati karya mereka semata.

Pada dasarnya cukup banyak tokoh pelaku sejarah yang sangat berjasa dalam dunia pendidikan di Indonesia. Namun, dalam kesempatan ini hanya sebagian yang bisa dikemukakan, dengan tidak mengurangi dan mengecilkan jasa-jasa dan arti perjuangan tokoh lain. Tokoh-tokoh dimaksud adalah:

Tokoh Kalangan Pejuang

  1. Raden Ajeng Kartini (1879-1904)
  2. Raden Dewi Sartika (1884-1947)
  3. Rohana Kudus (1884-1969)
  4. Ki Hajar Dewantara (1889-1959)
  5. Mohammad Syafei (1899-1969)

Tokoh tersebut adalah tokoh pendidikan yang tergolong ke dalam pendidikan umum. Di sisi lain, para tokoh Islam yang berjasa dalam upaya pengembangan pendidikan Islam, terutama dari model lama di pesantren tradisional yang hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama ke sistem madrasah ialah sebagai berikut:
Tokoh Kalangan Ulama
  1. Syekh Abdullah Ahmad, beliau adalah pendiri Madrasah Adabiyah di Padang, Sumatera Barat tahun 1909. Madrasah ini merupakan madrasah pertama di Indonesia. Madrasah Adabiyah pada mulanya bercorak agama semata, baru pada tahun 1915 ketika menjadi Holand Inland School (HIS) Adabiyah memasukan pelajaran umum.
  2. Syekh M. Thaib Umar, beliau adalah pendiri Madrasah School di Batusangkar tahun 1910. Di Madrasah School, sebagaimana layaknya sistem sekolah, murid-murid tidak lagi duduk secara berhalaqah, melainkan duduk berjajar, menggunakan meja, kursi dan papan tulis. Dengan kata lain, Madrasah School telah memperkenalkan sistem belajar modern. Di samping itu, kurikulumnya pun tidak hanya sebatas mata pelajaran agama, diantara mata pelajaran umum yang diberikan di sekolah ini adalah berhitung dan aljabar. Sayangnya pembaruan pendidikan yang diperkenalkan M. Thaib Umar masih terlalu modern bagi masyarakat Minangkabau saat itu. Terbukti Madrasah School hanya mampu bertahan kurang dari empat tahun. Pada tahun 1914 beliau terpaksa menutup madrasah modernnya.
  3. KH. Ahmad Dahlan, lewat organisasi Muhammadiyah yang ia dirikan pada 18 Nopember 1912, ia mendirikan berbagai lembaga pendidikan dengan menggunakan sistem modern, dengan memadukan pengetahuan agama dengan pengetahuan umum yang diajarkan di lembaga-lembaga pendidikannya.
  4. KH. A. Wahab Hasbullah dan KH. Mas Mansur, mereka mendirikan Madrasah Taswirul Afkar tahun 1914. Madrasah ini juga di samping memberikan pengetahuan agama, juga memberikan pengetahuan umum.
  5. KH. Hasyim Asy’ari, beliau mendirikan Madrasah Salafiah di Tebuireng Jombang Jawa Timur tahun 1916. Berbeda dengan KH. Ahmad Dahlan yang mendirikan organisasi dahulu kemudian lembaga pendidikan, ia mendirikan lembaga pendidikan terlebih dahulu, sepuluh tahun kemudian barulah mendirikan organisasi yang terbesar di Indonesia yaitu Nahdlatul Ulama (NU).
  6. Rahmah el-Yunusiyah, beliau mendirikan Madrasah Diniyah putri di Padang Panjang pada tanggal 1 Nopember 1923. Perguruan agama ini khusus mendidik putra-putri dalam ilmu pengetahuan agama dan ilmu pengetahuan umum. Tujuan perguruan ini adalah menghasilkan calon ibu rumah tangga yang berpendidikan, sehingga dapat menangani tugas-tugas pendidikan baik rumah, sekolah dan dalam masyarakat.
Dengan masuknya ilmu pengetahuan umum ke lembaga pendidikan Islam serta menggunakan sistem klasikal ini, merupakan perubahan yang sangat berarti dan sejak inilah lembaga madrasah mulai dikenal di Indonesia.
Rate this article!
author

Author: 

Prinsip yang selalu saya pegang, setiap orang mempunyai celah dan peluang untuk mengorbitkan dirinya sendiri, jika orbit yang kita telusuri jauh dari jati diri, maka mencari celah adalah jalan terbaik untuk mengorbitkan diri sendiri tanpa harus ikut orbit orang lain. Tak mesti menyaingi kecerdasan orang lain untuk bisa sejajar dengan orang-orang cerdas, cukup menjadikan kekurangan sebagai cerminan dan keunikan sebagai kelebihan yang tak dimiliki orang lain adalah sebuah kecerdasan yang tak semua orang punya.

Related Posts

Leave a Reply