Virus Corona dan Konsistensi Penggunaan E-Learning dalam Dunia Pendidikan

Opini 0

Virus Corona

Virus Corona adalah virus yang saat ini tranding di dunia. Sebanyak 152 negara telah terinfeksi virus yang penyebarannya sangat cepat hingga ke pelosok perkampungan. Bahkan Indonesia pun tidak luput dari serangan virus yang berasal dari negara tirai bambu.

Virus Corona merupakan zoonosis, sejenis virus yang penyebarannya ditularkan dari hewan ke manusia. Gejala virus corona sangat sulit terdeteksi. Butuh waktu dua minggu untuk mengenali ciri-cirinya. Sehingga segala bentuk upaya pencegahan harus dilakukan secara cepat dan tepat. Lambat mencegah, maka risikonya akan fatal. Tak ayal banyak yang terjangkit dan akhirnya meninggal.

Virus Corona pertama kali di umumkan presiden pada 2 Maret 2020. Sebelumnya kasus pertama di Indonesia ditemukan menjangkit ibu dan anak. Hingga saat ini ratusan orang positif dan puluhan orang meninggal dunia.

Terakhir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim bersama DPR RI menggelar rapat, yang menghasilkan peniadaan Ujian Nasional akibat wabah virus corona. Melalui surat edarannya Mendikbud dengan sangat terpaksa harus meniadakan UN karena darurat. Namun demikian, Ujian Sekolah satuan Pendidikan (USSP) masih bisa disiasati dengan menggunakan e-learning.

Konsistensi Penggunaan E-Learning

Seolah angin segar bagi teknologi pendidikan di dunia. Di satu sisi virus corona menakutkan semua civitas akademika, di sisi lain e-learning menjadi alternatif proses pembelajaran di kampus. Pemerintah pusat mengantisipasi penyebaran covid-19 dengan gerakan serentak menggunakan e-learning.

Kebijakan ini menyusul setelah pengumuman pemerintah yang meliburkan pembelajaran selama dua pekan hingga akhir Maret 2020. Sontak banyak guru dan dosen yang tidak terbiasa menggunakan e-leaening terseok-seok. Dari media sosial (red: WhatsApp, Facebook, Instagram, dan lainnya) hingga e-learning (red: Schoology, Edmodo, RuangGuru, dan sejenisnya) digunakan untuk media pembelajaran.

Ibarat latah, kini guru dan dosen latah berjamaah menggunakan e-learning. Entah seterusnya menggunakan e-learning atau hanya sekedar pelampiasan efek corona saja. Anda yang bisa menjawab.

Teknologi memang memudahkan kehidupan. Tapi tidak akan memudahkan kehidupan orang yang enggan mempelajarinya. Kenyataan itu memang perih, tapi seperti itu lah perkembangan zaman. Anda tak akan pernah selamanya mengenang mantan kan? Jadi, segeralah move on dan fokus membangun masa depan. #Bucin hihi

Dulu kita sibuk saling mengirim pesan melalui ponsel, sekarang sibuk menerima chat. Dulu tombol ponsel ditekan, sekarang layarnya yang disentuh. Seperti itu pula e-learning dalam dunia pendidikan. Pelajari e-learning untuk masa depan atau berkutat dengan masa lalu dan tidak ada perubahan? Lagi-lagi Anda yang bisa menjawabnya.

Sementara ini, hanya Corona yang mampu membuka pikiran guru dan dosen berapa pentingnya e-learning. Programmer telah menciptakan. Guru, dosen dan murid memaksimalkan penggunaannya. Akankah konsistensi penggunaan e-learning dalam dunia pendidikan tetap stabil, atau semakin labil. Apakah setelah corona pergi, guru dan dosen pun pura-pura acuh kembali?

Tags:

Related Posts

Leave a Reply